Oleh Pebrianto Eko Wicaksono, Nurseffi Dwi
Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah secara resmi menaikkan harga
bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar mulai Sabtu
(22/6/2013) pukul 00.00 WIB. Harga premium naik Rp 2.000 menjadi Rp
6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter.
Dengan
kenaikan tersebut berarti selama 9 tahun berkuasa Presiden SBY sudah
menaikkan harga BBM sebanyak 4 kali. Kenaikan harga pertama yang
dilakukan Presiden SBY pada 1 Maret 2005, atau selang empat bulan
dilantik pada 20 Oktober 2004.
Saat itu pemerintah menaikkan
premium dari Rp 1.850 menjadi Rp 2.400 per liter. Sementara harga solar
naik Rp 1.650 menjadi Rp 2.100 per liter.
Tak berhenti di situ,
pada tahun yang sama yaitu pada 1 Oktober 2005, harga premium dan solar
kembali dinaikkan. Harga premium naik Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per
liter. Sedangkan solar Rp 2.100 menjadi Rp 4.300 per liter.
Kemudian pada 24 Mei 2008, pemerintah kembali menaikkan harga premium menjadi Rp 6.000 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.
Namun
tak hanya menaikkan, mendekati pemilihan umum (Pemilu) 2009, pemerintah
menurunkan harga BBM tiga kali dalam jeda waktu 1,5 bulan yaitu pada 1
Desember 2008, harga premium turun Rp 500 menjadi Rp 5.500, sedangkan
harga solar tetap dibanderol Rp 5.500 per liter.
Pada Desember
2008, harga premium kembali turun Rp 500 per liter menjadi Rp 5.000 per
liter dan solar turun Rp 700 menjadi Rp 4.800 per liter.
Terakhir pada 15 Januari 2009, harga premium dan solar keduanya turun menjadi Rp 4.500 per liter.
Namun,
SBY tercatat sebagai presiden yang paling banyak menaikkan harga BBM
setelah zaman Soeharto. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menaikkan harga
BBM 2 kali pada dan menurunkan harga BBM sekali. Sementara pada era
Megawati Soekarnoputri, harga BBM naik sebanyak dua kali yaitu pada 2002
dan 2003.
Presiden BJ Habibie tak pernah menaikkan harga BBM,
tapi malah menurunkan harga BBM pada 1998. Terbanyak, Presiden Soeharto
selama berkuasa 32 tahun tercatat telah menaikkan harga BBM sebanyak 19
kali dan menurunkan harga 2 kali.
Berikut pergerakan harga BBM di Indonesia mulai tahun 1991-2013:
Presiden Soeharto
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550 per liter
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700 per liter
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200 per liter
Presiden BJ Habibie
1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000 per liter
Presiden Abdurrahman Wahid
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600 per liter
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150 per liter
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450 per liter
Presiden Megawati Soekarnoputri
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550 per liter
2003: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810 per liter
Presiden SBY
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400 per liter
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500 per liter
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000 per liter
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500 per liter
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000 per liter
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500 per liter
2013: Rp 4.500 naik ke Rp 6.500 per liter
(Pew/Ndw)
Friday, 21 June 2013
Komite Perlindungan Anak PBB : Pasukan Israel Aniaya Anak-Anak Palestina
Komite Perlindungan Anak PBB menuduh Pasukan Israel telah
memperlakukan anak-anak Palestina dengan sangat buruk, termasuk
melakukan penyiksaan terhadap tahanan anak dan menggunakannya sebagai
perisai manusia.
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh komite pada hari Kamis (20/6)
bahwa Komite menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang informasi
tentang penyiksaan dan penganiyaan terhadap tahanan anak Palestina yang
dilakukan oleh tentara dan Polisi Israel.
Dan menambahkan bahwa prajurit selalu melakukan penangkapan anak-anak pada malam hari di wilayah Palestina yang di duduki, kemudian memborgol tangannya dan menutup kedua matanya, serta membawa mereka ke tempat dimana orang tua mereka tidak mengetahuinya.
Laporan itu menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di wilayah Palestina yang diduduki secara sistematis mengalami tindak kekerasan fisik dan seksual dan juga menanggung penghinaan dan ancaman, kekurangan makanan dan air serta lingkungan yang bersih.
Komite mengatakan,selama sepuluh tahun terakhir, sekitar tujuh ribu anak-anak Palestina ditangkap, mereka berusia antara 12 hingga 17 tahun dan beberapa diatara mereka dibawah sembilan tahun. Mereka semua ditangkap dan diinterogasi.
Namun ketika di konfirmasi lagi-lagi pihak Israel berkelit, menolak dan tidak mengakui laporan tersebut dan mengatakan bahwa apa yang di sebutkan di dalam laporan tersebut tidak berdasarkan investigasi langsung di lapangan.” (hr/BBC) eramuslim.com
Dan menambahkan bahwa prajurit selalu melakukan penangkapan anak-anak pada malam hari di wilayah Palestina yang di duduki, kemudian memborgol tangannya dan menutup kedua matanya, serta membawa mereka ke tempat dimana orang tua mereka tidak mengetahuinya.
Laporan itu menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di wilayah Palestina yang diduduki secara sistematis mengalami tindak kekerasan fisik dan seksual dan juga menanggung penghinaan dan ancaman, kekurangan makanan dan air serta lingkungan yang bersih.
Komite mengatakan,selama sepuluh tahun terakhir, sekitar tujuh ribu anak-anak Palestina ditangkap, mereka berusia antara 12 hingga 17 tahun dan beberapa diatara mereka dibawah sembilan tahun. Mereka semua ditangkap dan diinterogasi.
Namun ketika di konfirmasi lagi-lagi pihak Israel berkelit, menolak dan tidak mengakui laporan tersebut dan mengatakan bahwa apa yang di sebutkan di dalam laporan tersebut tidak berdasarkan investigasi langsung di lapangan.” (hr/BBC) eramuslim.com
9 Bandar Narkoba Jaringan Internasional Dibekuk
JAKARTA - Direktur IV Tindak
Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Arman Depari, membenarkan
pihaknya telah melakukan operasi penangkapan terhadap 9 tersangka bandar
narkotika jaringan internasional di Medan, Sumatera Utara.
Menurut Arman, ke-9 tersangka diamankan dari dua tempat berbeda. Masing-masing 8 orang diamankan dari sebuah hotel dan 1 orang lainnya dari sebuah rumah kontrakan di Bilangan Sunggal.
"Ya, benar. Ada 8 tersangka yang disergap saat berada dalam kamar hotel Emerald (kamar 804), Medan. Mereka merupakan jaringan narkoba antar negara," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6) malam.
Tersangka lainnya bernama Ashari. Ia ditangkap rumah kontrakannya, Jalan Amal sunggal, Medan.
"Dari Hotel Emerald barangbukti yang diamankan 18.000 butir ekstasi. Sementara dari tangan tersangka lain diamankan barang bukti 10.000 butir ekstasi. Menurut rencana belasan ribu butir ekstasi tersebut akan dibawa ke Kalimantan," katanya.
Usai melakukan penangkapan, Mabes Polri langsung menerbangkan para tersangka dari Medan menuju Jakarta sekitar Pukul 20.00 WIB. Begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, para tersangka selanjutnya dibawa ke markas Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim.(gir/jpnn) jpnn.com
Menurut Arman, ke-9 tersangka diamankan dari dua tempat berbeda. Masing-masing 8 orang diamankan dari sebuah hotel dan 1 orang lainnya dari sebuah rumah kontrakan di Bilangan Sunggal.
"Ya, benar. Ada 8 tersangka yang disergap saat berada dalam kamar hotel Emerald (kamar 804), Medan. Mereka merupakan jaringan narkoba antar negara," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6) malam.
Tersangka lainnya bernama Ashari. Ia ditangkap rumah kontrakannya, Jalan Amal sunggal, Medan.
"Dari Hotel Emerald barangbukti yang diamankan 18.000 butir ekstasi. Sementara dari tangan tersangka lain diamankan barang bukti 10.000 butir ekstasi. Menurut rencana belasan ribu butir ekstasi tersebut akan dibawa ke Kalimantan," katanya.
Usai melakukan penangkapan, Mabes Polri langsung menerbangkan para tersangka dari Medan menuju Jakarta sekitar Pukul 20.00 WIB. Begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, para tersangka selanjutnya dibawa ke markas Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim.(gir/jpnn) jpnn.com
Wednesday, 12 June 2013
Daftar kepala daerah terlibat korupsi
merdeka.com
Dari 24 kepala daerah terlibat kasus dugaan korupsi, tujuh orang berasal dari Partai Golongan Karya, enam dari Partai Demokrat, tiga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tiga Partai Amanat Nasional, dua Partai keadilan Sejahtera, dan dua orang asal Partai Kebangkitan Bangsa,
Inilah nama kepala daerah terjerat kasus korupsi:
1. Amran Batalipu (Bupati Buol), Laporan Hasil Penyidikan (LPH) KPK, (Partai Golkar)
2. Tubagus Aat Syafaat (WalikotaCilegon), LPH KPK (Partai Golkar)
3. Murman Effendi (Bupati Seluma), (KPK) Demokrat)
4. Basyrah Lubis Bupati Padang Lawas (Mantan Camat Barumun, Kabupaten Tapsel) LPH Kepolisian (Partai Demokrat)
5. Abdullah Hich (Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur), LPH Kejaksaan, (PAN)
6. Madjid Muaz (Mantan Bupati Tebo), LPH Kejaksaan, (PKB)
7. Arifin Manap (Mantan Wali Kota Jambi), LPH Kejaksaan, (Partai Golkar)
8. Muhiddin (Wali Kota Banjarmasin), LPH Kejaksaan, (PAN)
9. Adriansyah (Bupati Tanah Laut), LPH Kejaksaan, (PDIP)
10. Andi Harahap (Bupati Penajam Paser Utara), LPH Kejaksaan, (Partai Golkar)
11. Nengah Arnawa (Mantan Bupati Bangli), LPH Kejaksaan, (PDIP)
12. Thaib Armaiyn (Gubernur Maluku Utara), LPH Kepolisian, (Partai Demokrat)
13. Burhan Abdurahman (Wali Kota Ternate), LPH Kejaksaan, (Partai Demokrat)
14. Ahmad Hidayat (Bupati Kepulauan Sula Mus) LPH Kepolisian, (Partai Golkar)
15. Muhammad Kasuba, (Bupati Halmahera Selatan), LPH Kejaksaan, (PKS)
16. Sosimus Mitang (Bupati), LPH Kejaksaan, (Partai Demokrat)
17. H. Raja Thamsir Rachman (Bupati, Ketua DPC Partai Demokrat di Kabupaten Indragiri Hulu), LPH Kejaksaan, (Partai Demokrat)
18. John Manoppo (Mantan Walikota Salatiga), LPH Kepolisian, (PDIP)
19. Wendy Melfa (Mantan Bupati Lampung Selatan), LPH Kejaksaan, (Partai Golkar)
20. Mukhlis. R (Mantan Walikota Kota Pariaman), LPH Kejaksaan, (PKS)
21. Mahyudin (Mantan Walikota Pariaman), LPH Kejaksaan, PAN
22. Ahmadi (Mantan Bupati Mojokerto), LPH Kejaksaan, (PKB)
23. Suwandi (Mantan Wakil Bupati Mojokerto), LPH Kejaksaan, (Partai Golkar)
24. Soemarmo (Walikota Semarang), LPH KPK, (PDIP)
Sumber: dokumentasi ICW 2012 dalam Outlook Korupsi Politik 2013
Daftar Perkara In Kracht Berdasarkan Jabatan
1. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si. (Gubernur Nangroe Aceh Darussalam)
Perkara Tindak Pidana Korupsi (TPK) Pengadaan Helikopter jenis Mi-2 merk PLC Rostov Rusia di Pemda NAD tahun 2005
2. H. Abubakar Achmad, SH (Mantan Bupati Dompu Prov. NTB)
Perkara TPK berkaitan dengan penyelewengan/ penyalahgunaan dana APBD Kabupaten Dompu Prov. Nusa Tenggara Barat tahun 2007
3. H. Suwarna Abdul Fatah (Mantan Gubernur Kaltim)
Perkara TPK Program Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit "Sejuta hektar" Provinsi Kalimantan Timur diikuti dengan penerbitan Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) pada tahun 1999-2002. Tahun 2007
4. Hendy Boedoro, SH, M.Si (Bupati Kendal)
Perkara TPK Penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan dana APBD Kab. Kendal Prov. Jawa Tengah T.A. 2003, 2004, dan 2005 pada Pos Dana Tak Tersangka, Dana Allokasi Umum (DAU), Dana Pinjaman Daerah kepada BPD Jateng, dana bantuan Prov. Jawa Tengah, dan permintaan fee dari pihak ketiga yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau Pegawai Negeri yang menggelapkan negara di Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Tahun 2008
5. Drs. HM. Sjachriel Darham (PNS/Mantan Gubernur Kalimantan Selatan)
Perkara TPK berupa penyalahgunaan atau penggunaan tidak sesuai dengan peruntukannya pada Anggaran Belanja Rutin Kepala Daerah Kalimantan Selatan tahun anggaran 2003 s/d 2004. Tahun 2008
6. Prof. Dr. H. Syaukani H.R., MM (Bupati Kab. Kutai Kartanegara)
Penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2001 s/d 2005, yang antara lain untuk Pembanguanan Bandara Samarinda-Kutai Kartanegara yang terjadi di Pemerintah Daerah Kab. Kutai Kartanegara Prov. Kalimantan Timur. Tahun 2008
7. Drs. H. Baso Amiruddin Maula, SH, MH, M.Si. (PNS/Mantan Walikota Makassar Tahun 1999 2004)
Tindak Pidana Korupsi di Pemerintahan Kota Makasar dalam Pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran yang menggunakan pompa merk Tohatsu type V 80 ASM yang dananya bersumber dari APBD tahun 2003 dan 2004. Tahun 2008
8. H. Agus Supriadi (Bupati Garut)
Tindak Pidana Korupsi Melawan Hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, karena jabatannya atau penyalahgunaan wewenang, berupa penggunaan Dana APBD Kabupaten Garut T.A. 2004, 2005, 2006, dan 2007, berupa Pos Mata Anggaran : Belanja Barang dan Jasa, Belanja Perjalanan Dinas, Belanja Pegawai, Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan. Tahun 2008
9. Drs. H. Ramli, MM. (Wakil Walikota Medan)
Diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi, dalam perkara pengadaan mobil pemadam kebakaran, Ladder Truck merk Morita oleh Pemerintah Kota Medan T.A. 2005. Diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan APBD Pemerintah Kota Medan T.A. 2002 - 2006. Tahun 2008
10. Saleh Djasit, SH. (Anggota DPR RI/Mantan Gubernur Prov. Riau)
Diduga telah melakukan TPK dalam pengadaan 20 unit mobil Pemadam Kebakaran type V 80 ASM di Provinsi Riau pada tahun 2002-2003.Tahun 2008
11. H. Tengku Azmun Jaafar, SH (Bupati Pelalawan provinsi Riau)
Perkara TPK sehubungan dengan penerbitan IUPHHK - HT / IPK tahun 2001 - 2006 di Wilayah Kab. Pelalawan Prov. Riau kepada sejumlah perusahaan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. Tahun 20009
12. Drs. Abdillah, Ak, MBA (Walikota Medan)
Perkara TPK sehubungan dengan perkara pengadaan mobil pemadam kebakaran, Ladder Truck merk Morita oleh Pemerintah Kota Medan T.A. 2005. Perkara TPK sehubungan dengan Penyalahgunaan APBD Pemerintah Kota Medan T.A. 2002 - 2006. Tahun 2009
13. Antony Zeidra Abidin (Wakil Gubernur Jambi/Mantan Anggota DPR RI)
Perkara TPK sehubungan dengan pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara yang telah menerima pemberian sejumlah uang dari Bank Indonesia dalam rangka penyelesaian Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI), secara politis dan Amandemen Undang-undang Bank Indonesia (BI) tahun 2003. Tahun 2009
14. Drs. Iskandar (Mantan Bupati Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat)
Perkara TPK sehubungan dengan Ruislag Tanah dan Bangunan Eks Kantor Bupati Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2004. Tahun 2009
15. Drs. H. Samsuri Aspar, MM. (Bupati Kab. Kutai Kartanegara Prov. Kaltim)
Perkara TPK sehubungan dengan Penyalahgunaan Anggaran Bantuan Sosial Kab. Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur tahun 2005. Tahun 2009
16. Ir. Daud Soleman Betawi (Bupati Kab. Yapen Waropen)
Perkara TPK sehubungan dengan penyalahgunaan kewenangan dalam Pengelolaan Dana APBD Kab. Yapen Waropen tahun 2005 - 2006 pada Kas Daerah dan Penggunaan Dana Perimbangan, berupa Dana Bagi Hasil yang seharusnya masuk ke Kas Daerah telah digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahun 2009
17. Ismunarso (Bupati Kab. Situbondo Prov. Jawa Timur)
Diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi, penyalahgunaan APBD Kab. Situbondo tahun 2005 - 2007, berkaitan dengan mengelola dan menggunakan dana Kas Daerah, mengambil bunga khusus/special rate atas deposito pada PT. Bank BNI 46, dan menginvestasikan dana milik Pemda Kab. Situbondo pada PT. Sentra Artha Futures dan PT. Sentra Artha Utama. Tahun 2010
18. Jimmy Rimba Rogi (Walikota Manado Provinsi Sulawesi Utara)
Perkara TPK sehubungani, terkait Penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Manado pada tahun anggaran 2006. Tahun 2010
19. Jules Fitzgerald Warikar (Bupati Kab. Supior Prov. Papua)
Perkara TPK sehubungan kegiatan pembangunan renovasi pasar sentral Supiori, terminal induk, rumah dinas pejabat eselon, dan renovasi pasar sentral Supiori untuk Kantor Cabang Bank Papua yang menggunakan dana APBD Kab. Supiori Prov. Papua TA. 2006 - 2008. Kab. Supiori. Tahun 2010
20. Drs. H. Daeng Rusnadi (Bupati Natuna)
Perkara TPK sehubungan dengan penggunaan APBD Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2004 yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dan pengeluaran kas tidak sesuai atau tidak disertai bukti yang lengkap dan sah. Tahun 2010
21. Syahrial Oesman (PNS/Mantan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan)
Perkara TPK sehubungan dengan perbuatan turut serta atau menganjurkan memberi sesuatu kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara dalam Proses permohonan Alih Fungsi Hutan Lindung Pantai Air Telang Provinsi Sumatera Selatan. Tahun 2010
22. Ismeth Abdullah (Gubernur Kepulauan Riau/ Mantan Ketua Otorita Batam)
Perkara TPK sehubungan dengan pelaksanaan pengadaan mobil pemadam kebakaran merk Morita pada tahun anggaran 2004 - 2005 di Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Tahun 2010
23. Indra Kusuma (Bupati Kab. Brebes)
Perkara TPK sehubungan dengan pengadaan tanah untuk pasar pada Pemerintah Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2003. Tahun 2010
24. Yusak Yaluwo, SH, M.Si (Bupati Boven Digoel periode 2004-2009)
Perkara TPK sehubungan dengani penyalahgunaan dana APBD dan dana Otsus Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digul Prov. Papua tahun anggaran 2005 - 2007. Tahun 2011
25. Arwin A.S (Mantan Bupati Siak)
Perkara TPK sehubungan dengan penerbitan Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHKHT) di wilayah Kabupaten Siak Provinsi Riau kepada sejumlah Perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2003. Tahun 2012
26. Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar (Walikota Tomohon Periode 20052010)
Perkara TPK sehubungan dengan penggunaan APBD Pemerintah Kota Tomohon Tahun Anggaran 2006 sd 2008. Tahun 2012
27. Mochtar Mohamad (Walikota Bekasi)
Perkara TPK sehubungan dengan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan APBD Pemerintah Kota Bekasi, dan atau perbuatan melakukan percobaan, perbantuan, atau permufakatan jahat untuk memberi atau menjanjikan sesuatu terkait dengan Adipura dan pengesahan APBD 2010 atau penyalahgunaan APBD 2009 Pemerintah Kota Bekasi. Tahun 2012
28. Binahati B. Baeha (Mantan Bupati Nias)
Perkara TPK sehubungan dengan pengelolaan dana penanggulangan bencana alam Nias Tahun 2007. Tahun 2012
29. Fahuwusa Laila (Mantan Bupati Nias Selatan)
Perkara TPK sehubungan dengan memberikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Tahun 2012
30. Syamsul Arifin (Gubernur Sumatera Utara/Mantan Bupati Langkat)
Perkara TPK sehubungan dengan penyalahgunaan dan pengelolaan kas daerah Kabupaten Langkat serta penyalahgunaan penggunaan APBD Kabupaten Langkat tahun 20002007. Tahun 2012
31. Murman Effendi (Bupati Seluma Periode 2010-2015)
Perkara TPK sehubungan dengan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Tahun 2012
32. Soemarmo Hadi Saputro (Walikota Semarang)
Perkara TPK sehubungan dengan pemberian sesuatu kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara bersama-sama dengan Akhmat Zaenuri. Tahun 2013
33. TB. AAT Syafaat (Mantan Walikota Cilegon Provinsi Banten)
Perkara TPK sehubungan dengan pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari pada Pemerintah Kota Cilegon TA 2010. Tahun 2013
34. Robert Edison Siahaan (Walikota Pematang Siantar Periode 2005-2010)
Perkara TPK sehubungan dengan pengelolaan Dana Bantuan Sosial Sekretariat Daerah dan Dana Rehabilitasi /Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum pada APBD Kota Pematang Siantar TA 2007. Tahun 2013
Sumber: Humas KPK 2013
Saturday, 1 June 2013
Misterius! Kelamin Pria Ini Raib Saat akan Kencing & Berhubungan Seks
Ilustrasi
Jakarta, Alat kelamin Cornelius Dhliwayo selalu menghilang secara misterius setiap kali dirinya akan buang air kecil ataupun saat akan berhubungan seks. Kondisi ini tentunya tidak hanya membuat Dhliwayo tersiksa tetapi juga membuat warga sekitar terperanjat.
Seperti dikutip dari My Zimbabwe, keadaan aneh itu dialaminya setelah melakukan hubungan seks dengan seorang perempuan yang sudah menikah. Masyarakat setempat meyakini kondisi Dhliwayo itu terjadi karena runyoka, semacam kekuatan magis yang dilakukan melalui ritual di kelompok etnis tertentu di Zimbabwe untuk mencegah pasangan melakukan perselingkuhan.
"Masalah yang dialami Dhliwayo mungkin sebagai hasil dari runyoka. Ini karena karena menurut orang-orang sekitar dia melakukan hubungan seks dengan [erempuan yang sudah menikah di area yang sama. Setelah Dhliwayo memberi tahu peremouan itu tentang masalahnya, perempuan itu kabur ke Afrika Selatan, tempat di mana suaminya dikabarkan bekerja," ujar seorang informan yang mengaku bernama Dube.
Menurut pengakuan Dhliwayo perempuan yang belum diketahui identitasnya itu mengajaknya tidur bersama setelah tidak bisa memberi upah atas pekerjaan yang dilakukan pria itu di wismanya.
Kini Dhliwayo hanya bisa menangis. Keluarganya pun berupaya mencari penyembuhan melalui dukun setempat. Keluarganya khawatir Dhliwayo akan segera meninggal jika penyembuhan tidak didapat.
Keadaan semakin buruk setelah istri Dhliwayo mengancam akan meninggalkannya. Apalagi perempuan itu mengaku suaminya sudah lama tidak berhubungan badan dengannya.
"Rumahnya sekarang sepi karena keluarganya pergi untuk mencari dukun dan tabib tradisional demi kesembuhan dari penyakit langka itu," sambung Dube.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan My Zimbabwe, pria beristri di lingkungan tersebut takut melakukan perselingkuhan. Mereka khawatir penisnya menghilang akibat melakukan perselingkuhan dengan istri orang.
Runyoka dikenal sebagai suatu penyakit yang terjadi akibat berhubungan seks dengan wanita menikah yang 'dipagari' oleh suaminya melalui cara-cara tradisional. Sehingga setiap laki-laki lain yang berhubungan seks dengan perempuan itu mengembangkan penyakit tertentu. Ritual ini dilakukan suami tanpa sepengetahuan istrinya.
Seseorang yang percaya alat kelaminnya akan masuk ke dalam tubuh, menyusut atau hilang disebut genital retraction syndrome atau Koro Syndrome. Hal ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan.
Kondisi pada laki-laki adalah sering merasa penisnya masuk atau menyusut ke dalam, sedangkan pada perempuan merasa payudaranya yang menyusut. Gangguan ini sering terjadi di daerah Afrika dan Asia, sebagian besar muncul di daerah yang akses informasi medisnya sedikit sehingga orang percaya dengan mitos, kutukan dan takhayul.
Kondisi ini sering juga disebut dengan Penis Panic, yang mana sekelompok laki-laki akan mulai percaya bahwa penisnya menyusut atau benar-benar hilang sehingga menyebabkan kepanikan massa, seperti dikutip dari psychcomp.com
Beberapa ahli menyebut kondisi ini sebagai sebuah gangguan mental, hal ini karena kecemasan yang ekstrem di antara kelompok kadang menyebabkan gangguan mental pada orang-orang dalam kelompok tersebut. Meskipun kondisi ini sangat sulit untuk dipahami, tapi pikiran yang dimiliki oleh masyarakat tersebut sangat kuat. Sindrom ini berkaitan erat dengan kepercayaan budaya dan sihir voodoo.
(vit/vit)
Nurvita Indarini - detikHealth
WNI Borong Properti di Australia
JAKARTA — Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Crown International
Holding Group Indonesia, Michael Ginarto, mengatakan minat warga negara
Indonesia untuk membeli properti residensial di Australia sangat tinggi.
Sebagai gambaran, transaksi WNI mencapai 30 persen dari nilai penjualan
apartemen Crown Group pada 2012 yang mencapai Rp 2,5 triliun. “Selain
tempat tinggal, mereka menjadikan properti di Australia sebagai alat
investasi,” kata dia dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Crown International adalah salah satu pengembang properti asal Australia yang gencar mengincar konsumen di Indonesia. Menurut Michael, rata-rata konsumen asal Indonesia membeli apartemen untuk anaknya yang bersekolah di Negeri Kanguru itu. Kota-kota yang menjadi pilihan di antaranya Melbourne dan Sydney.
Minat konsumen, kata Michael, semakin tinggi setelah pemerintah negara bagian memberi insentif. Pemerintah New South Wales, misalnya, memberi bonus sebesar Aus$ 5.000 untuk setiap unit properti yang dibeli konsumen asing. Namun, uang muka sebesar 10 persen langsung masuk kas pemerintah, tidak melalui pengembang. “Karena aman, properti di Australia pun diminati investor,” ujar dia.
Crown International menyasar pasar kelas atas dengan rata-rata harga properti Rp 3-30 miliar. Michael mengatakan investor asal Indonesia rata-rata membeli rumah atau apartemen seharga Rp 7 miliar. Nilai transaksinya pun cukup tinggi. “Mereka membayar secara tunai dan membeli lebih dari satu unit.”
Untuk menjaring pasar WNI yang sangat potensial, Crown International akan mendirikan apartemen senilai Rp 10 triliun. Proyek terbaru adalah apartemen Skye by Crown yang akan diluncurkan Juni mendatang. “Per tahun kami menargetkan keuntungan sebesar Rp 1 triliun,” kata Michael.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Crown Group, Iwan Sunito, menargetkan pembelian apartemen pada 2013 mencapai Rp 3,5 triliun. Dari jumlah itu, 60 persen pembeli berasal India dan Indonesia, selebihnya dari Australia, Taiwan, dan Cina.
TIKA PRIMANDARI | ARDIANSYAH BAKRIE
tempo.co
Crown International adalah salah satu pengembang properti asal Australia yang gencar mengincar konsumen di Indonesia. Menurut Michael, rata-rata konsumen asal Indonesia membeli apartemen untuk anaknya yang bersekolah di Negeri Kanguru itu. Kota-kota yang menjadi pilihan di antaranya Melbourne dan Sydney.
Minat konsumen, kata Michael, semakin tinggi setelah pemerintah negara bagian memberi insentif. Pemerintah New South Wales, misalnya, memberi bonus sebesar Aus$ 5.000 untuk setiap unit properti yang dibeli konsumen asing. Namun, uang muka sebesar 10 persen langsung masuk kas pemerintah, tidak melalui pengembang. “Karena aman, properti di Australia pun diminati investor,” ujar dia.
Crown International menyasar pasar kelas atas dengan rata-rata harga properti Rp 3-30 miliar. Michael mengatakan investor asal Indonesia rata-rata membeli rumah atau apartemen seharga Rp 7 miliar. Nilai transaksinya pun cukup tinggi. “Mereka membayar secara tunai dan membeli lebih dari satu unit.”
Untuk menjaring pasar WNI yang sangat potensial, Crown International akan mendirikan apartemen senilai Rp 10 triliun. Proyek terbaru adalah apartemen Skye by Crown yang akan diluncurkan Juni mendatang. “Per tahun kami menargetkan keuntungan sebesar Rp 1 triliun,” kata Michael.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Crown Group, Iwan Sunito, menargetkan pembelian apartemen pada 2013 mencapai Rp 3,5 triliun. Dari jumlah itu, 60 persen pembeli berasal India dan Indonesia, selebihnya dari Australia, Taiwan, dan Cina.
TIKA PRIMANDARI | ARDIANSYAH BAKRIE
tempo.co
Sang Kyai
Sang Kyai hari ini resmi dirilis serentak di bioskop-bioskop utama di
Tanah Air. Film karya sutradara Rako Prijanto mendapat sambutan
istimewa dari masyarakat, terutama kalangan Nahdliyin, yang ingin
melihat dan mengenang kembali kisah hidup dan perjuangan tokohnya
tersebut, yakni Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
Sambutan ini diwujudkan dengan melakukan nonton bareng (nobar). Film yang dibintangi artis kawakan Ikranegara, Christine Hakim, dan Agus Kuncoro tersebut mengisahkan bagaimana pendiri Ponpes Tebu Ireng, Cukir, Jombang sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu berjuang bukan hanya untuk agama, melainkan juga bangsa Indonesia yang saat itu masih jabang bayi. Pada 1942–1950, yakni era perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, peran kakek mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut begitu sentral, terutama di kalangan santri.
Bagi kalangan Nahdliyin, film Sang Kyai begitu emosional bukan karena mengisahkan tentang ketokohan pendiri organisasinya atau perannya mengembangkan pondok pesantren yang menjadi sentral pengembangan gerakan keagamaan. Lebih dari itu, film tersebut secara langsung sebagai bentuk pengakuan sekaligus apresiasi terhadap peran KH Hasyim Asy’ari, NU, dan santri dalam perjuangan kemerdekaan.
Generasi saat ini tidak banyak yang mengetahui peran sang kiai yang saat itu juga menjadi pemimpin tertinggi Masyumi di belakang laskar Hisbullah dan Sabilillah yang kala itu menjadi “biang” berbagai pertempuran sengit melawan penjajah di berbagai daerah di Jawa seperti Bekasi dan Ambarawa. Puncak ketokohannya adalah keluarnya “Resolusi Jihad”. Dalam fatwanya tersebut, KH Hasyim Asy’ari mengajak para santri berjihad fisabilillah melawan sekutu yang akan menduduki Kota Surabaya hingga pecah perang besar yang kelak melahirkan Hari Pahlawan 10 November 1945.
Jihad tersebut mengobarkan semangat “hidoep atau mati” untuk mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai negeri ini. Kisah tersebut tidak diketahui karena selama orde baru ada upaya sistematis untuk melemahkan, bahkan mengeliminasi peran kesejarahan para kiai, santri, dan NU. Tak banyak yang tahu pula bahwa peran KH Hasyim Asy’ari bukan hanya mengobarkan elan perjuangan bersenjata, melainkan juga meletakkan landasan filosofi yang kukuh bagi berdirinya negara ini. Fatwa bahwa membela negara adalah membela agama.
Pendapat tersebut menjadi perekat yang kuat hubungan keislaman dan keindonesiaan. Belakangan hal tersebut menjadi fondasi lahirnya keputusan tentang Negara Indonesia adalah final dan penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Sejatinya, keberadaan Sang Kyai bukan hanya penting bagi kalangan Nahdliyin. Bagi bangsa ini, terutama generasi, film seperti itu sangat dibutuhkan di tengah keringnya keteladanan dari para pemimpin saat ini.
Melalui Sang Kyai dan film bergenre sejarah, biografi tokoh, dan edukasi lain seperti Sang Pencerah, Ainun dan Habibie, Seogija, Laskar Pelangi, Lima Menara, 9 Summers 10 Autumns, para generasi saat ini bisa mendapat motivasi dan pelajaran berharga tentang perjuangan, kepemimpinan, kecintaan terhadap bangsa, semangat berprestasi, dan karakter positif lainnya. Tentu film berkualitas tersebut tidak ada artinya tanpa ada dukungan dari masyarakat luas.
Kehadiran masyarakat di bioskop untuk menyaksikan film-film seperti itu adalah bahan bakar bagi para pekerja film untuk menghadirkan karya bermutu dan layak tayang. Peran pemerintah tentu juga sangat dibutuhkan. Program Kementerian Pendidikan Nasional untuk menggelar nobar film-film seperti itu harus diteruskan karena bisa menjadi alternatif pendidikan karakter bagi anak didik
Koran SINDO
(hyk)
Sambutan ini diwujudkan dengan melakukan nonton bareng (nobar). Film yang dibintangi artis kawakan Ikranegara, Christine Hakim, dan Agus Kuncoro tersebut mengisahkan bagaimana pendiri Ponpes Tebu Ireng, Cukir, Jombang sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu berjuang bukan hanya untuk agama, melainkan juga bangsa Indonesia yang saat itu masih jabang bayi. Pada 1942–1950, yakni era perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, peran kakek mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut begitu sentral, terutama di kalangan santri.
Bagi kalangan Nahdliyin, film Sang Kyai begitu emosional bukan karena mengisahkan tentang ketokohan pendiri organisasinya atau perannya mengembangkan pondok pesantren yang menjadi sentral pengembangan gerakan keagamaan. Lebih dari itu, film tersebut secara langsung sebagai bentuk pengakuan sekaligus apresiasi terhadap peran KH Hasyim Asy’ari, NU, dan santri dalam perjuangan kemerdekaan.
Generasi saat ini tidak banyak yang mengetahui peran sang kiai yang saat itu juga menjadi pemimpin tertinggi Masyumi di belakang laskar Hisbullah dan Sabilillah yang kala itu menjadi “biang” berbagai pertempuran sengit melawan penjajah di berbagai daerah di Jawa seperti Bekasi dan Ambarawa. Puncak ketokohannya adalah keluarnya “Resolusi Jihad”. Dalam fatwanya tersebut, KH Hasyim Asy’ari mengajak para santri berjihad fisabilillah melawan sekutu yang akan menduduki Kota Surabaya hingga pecah perang besar yang kelak melahirkan Hari Pahlawan 10 November 1945.
Jihad tersebut mengobarkan semangat “hidoep atau mati” untuk mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai negeri ini. Kisah tersebut tidak diketahui karena selama orde baru ada upaya sistematis untuk melemahkan, bahkan mengeliminasi peran kesejarahan para kiai, santri, dan NU. Tak banyak yang tahu pula bahwa peran KH Hasyim Asy’ari bukan hanya mengobarkan elan perjuangan bersenjata, melainkan juga meletakkan landasan filosofi yang kukuh bagi berdirinya negara ini. Fatwa bahwa membela negara adalah membela agama.
Pendapat tersebut menjadi perekat yang kuat hubungan keislaman dan keindonesiaan. Belakangan hal tersebut menjadi fondasi lahirnya keputusan tentang Negara Indonesia adalah final dan penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Sejatinya, keberadaan Sang Kyai bukan hanya penting bagi kalangan Nahdliyin. Bagi bangsa ini, terutama generasi, film seperti itu sangat dibutuhkan di tengah keringnya keteladanan dari para pemimpin saat ini.
Melalui Sang Kyai dan film bergenre sejarah, biografi tokoh, dan edukasi lain seperti Sang Pencerah, Ainun dan Habibie, Seogija, Laskar Pelangi, Lima Menara, 9 Summers 10 Autumns, para generasi saat ini bisa mendapat motivasi dan pelajaran berharga tentang perjuangan, kepemimpinan, kecintaan terhadap bangsa, semangat berprestasi, dan karakter positif lainnya. Tentu film berkualitas tersebut tidak ada artinya tanpa ada dukungan dari masyarakat luas.
Kehadiran masyarakat di bioskop untuk menyaksikan film-film seperti itu adalah bahan bakar bagi para pekerja film untuk menghadirkan karya bermutu dan layak tayang. Peran pemerintah tentu juga sangat dibutuhkan. Program Kementerian Pendidikan Nasional untuk menggelar nobar film-film seperti itu harus diteruskan karena bisa menjadi alternatif pendidikan karakter bagi anak didik
Koran SINDO
(hyk)
Wamenkum HAM: Jangan istimewakan Priyo Budi Santoso
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengaku telah diberi tahu
oleh Kalapas Sukamiskin terkait Priyo Budi Santoso yang mengunjungi
terpidana kasus korupsi Alquran Fahd Arafiq. Denny meminta agar priyo
tak diperlakukan istimewa.
"Betul, tadi siang saya dihubungi Pak Giri Kalapas Sukamiskin. Beliau mengatakan Priyo Budi Santoso minta izin untuk membesuk Fahd," kata Denny kepada merdeka.com, Sabtu (1/6).
"Saya katakan penuhi sesuai aturan kunjungan saja, seperti kunjungan-kunjungan yang lain juga," imbuh Denny.
Denny menambahkan, agar Priyo tidak dibeda-bedakan dengan pengunjung lainnya. "Jangan ada perbedaan," tutup Denny.
Sementara itu, usai mengunjungi Fahd, Priyo mengaku kedatangannya ke Lapas Sukamiskin hanyalah sebatas kunjungan biasa. "Saya kebetulan tadi kuliah di Bandung kemudian saya menengok ke sini sebagai wakil ketua DPR semacam sidak tapi gak resmi," ujarnya.
Dia berdalih salam sapa dengan semua penghuni di Sukamiskin. "Tidak, itu umum, tidak secara khusus, saya ketemu bareng-bareng. Pak Nazarudin juga ketemu. Tidak secara khusus," jelasnya.
Dalam persidangan Zulkarnaen dan Dendy, nama Priyo selalu disebut-sebut. Rekaman pembicaraan yang disadap KPK antara Zulkarnaen dan Ketua Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Fahd El Fouz isinya menyinggung ada jatah untuk Priyo. Priyo disebut-sebut diduga mendapat fee dari proyek kasus korupsi pengadaan Alquran dan Laboratorium Kementerian Agama sebesar 1%.
"Betul, tadi siang saya dihubungi Pak Giri Kalapas Sukamiskin. Beliau mengatakan Priyo Budi Santoso minta izin untuk membesuk Fahd," kata Denny kepada merdeka.com, Sabtu (1/6).
"Saya katakan penuhi sesuai aturan kunjungan saja, seperti kunjungan-kunjungan yang lain juga," imbuh Denny.
Denny menambahkan, agar Priyo tidak dibeda-bedakan dengan pengunjung lainnya. "Jangan ada perbedaan," tutup Denny.
Sementara itu, usai mengunjungi Fahd, Priyo mengaku kedatangannya ke Lapas Sukamiskin hanyalah sebatas kunjungan biasa. "Saya kebetulan tadi kuliah di Bandung kemudian saya menengok ke sini sebagai wakil ketua DPR semacam sidak tapi gak resmi," ujarnya.
Dia berdalih salam sapa dengan semua penghuni di Sukamiskin. "Tidak, itu umum, tidak secara khusus, saya ketemu bareng-bareng. Pak Nazarudin juga ketemu. Tidak secara khusus," jelasnya.
Dalam persidangan Zulkarnaen dan Dendy, nama Priyo selalu disebut-sebut. Rekaman pembicaraan yang disadap KPK antara Zulkarnaen dan Ketua Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Fahd El Fouz isinya menyinggung ada jatah untuk Priyo. Priyo disebut-sebut diduga mendapat fee dari proyek kasus korupsi pengadaan Alquran dan Laboratorium Kementerian Agama sebesar 1%.
[war]
Reporter : Anwar Khumaini
SBY Raih Penghargaan, JK Kirim Ucapan Via SMS
JAKARTA
- Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla turut mengucapkan selamat kepada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas penghargaan yang baru saja
diraihnya di New York.
"Oh iya, (saya-red) saya mengucapkan selamat via SMS," ujar JK usai menghadiri acara peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6).
Saat ditanya apakah SBY pantas mendapatkan penghargaan itu, JK menjawab diplomatis.
"Kalau (penghargaan-red) itu diberikan untuk kepentingan seluruh bangsa, iya. Bagaimanapun Indonesia ini adalah negara yang paling prulal," jawabnya.
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaan World Statesman Award 2013 dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) di Garden Foyer, Hotel The Pierre, New York, Amerika Serikat, pada Kamis (30/5) waktu setempat.
Penghargaan yang diberikan kepada SBY merupakan pengakuan atas prestasinya dalam upaya internasional untuk memelihara perdamaian bersama dan dorongan untuk meningkatkan hak asasi manusia, kebebasan beragam dan kerja sama antar agama.
Namun, atas penghargaan itu, tak sedikit yang justru mencibir SBY karena menilai dirinya tidak layak menerima penghargaan tersebut. (chi/jpnn)
"Oh iya, (saya-red) saya mengucapkan selamat via SMS," ujar JK usai menghadiri acara peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6).
Saat ditanya apakah SBY pantas mendapatkan penghargaan itu, JK menjawab diplomatis.
"Kalau (penghargaan-red) itu diberikan untuk kepentingan seluruh bangsa, iya. Bagaimanapun Indonesia ini adalah negara yang paling prulal," jawabnya.
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaan World Statesman Award 2013 dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) di Garden Foyer, Hotel The Pierre, New York, Amerika Serikat, pada Kamis (30/5) waktu setempat.
Penghargaan yang diberikan kepada SBY merupakan pengakuan atas prestasinya dalam upaya internasional untuk memelihara perdamaian bersama dan dorongan untuk meningkatkan hak asasi manusia, kebebasan beragam dan kerja sama antar agama.
Namun, atas penghargaan itu, tak sedikit yang justru mencibir SBY karena menilai dirinya tidak layak menerima penghargaan tersebut. (chi/jpnn)
Friday, 12 April 2013
Ini Sejumlah Fakta Tentang Senjata Nuklir Korea Utara
REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Dari temuan-temuan Dinas Intelijen Militer Amerika Serikat (AS) menunjukkan Korea Utara memiliki kemampuan meluncurkan peluru kendali berhulu ledak nuklir. Namun, Pentagon dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan malah meragukannya karena kekaburan yang menyelimuti program nuklir rahasia Pyongyang.
Seberapa banyak kita tahu program nuklir Korea Utara? Korea Utara telah melakukan tiga kali uji coba senjata nuklir pada 2006, 2009 dan 2013. Uji coba bawah tanah pada 2013 sejauh ini adalah yang paling dahsyat.
Namun, kontaminasi radioaktifnya sangat terkendali sehingga para pengawas AS, Korea Selatan dan Jepang frustrasi dalam mengetahui lebih jauh mengenai bentuk detonasinya.
Sejumlah pakar meyakini itu mungkin bom uranium, bukan bom plutonium yang diledakkan dalam dua uji coba sebelumnya. Korea Utara hanya sukses mengujicobakan satu peluru kendali jarak menengah, Rodong-1, yang berjangkauan 1.300 km.
Pada 1998 Korea Utara meluncurkan Taepodong-1 (berjangkauan 2.500 km) di atas Jepang, namun uji coba yang ketiga meledak. Taepodong-2 (6.700 km) diujicoba pada 2006 namun meledak setelah 40 detik.
Desember tahun lalu, Korea Utara sukses menempatkan sebuah satelit ke orbitnya dengan meluncurkan roket jarak jauh Unha-3.
Militer Korea Utara mengaku sudah memiliki kapasitas meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dan bisa dengan akurat meluncurkan rudal berhulu ledak nuklir ke target-target tertentu sampai daratan AS.
Pyongyang mengatakan uji coba Februari 2013 adalah wahana miniatur dan mengaku kini telah menganekaragamkan kemampuan persenjataannya baik dengan bom uranium maupun plutonium.
| Redaktur : Citra Listya Rini |
| Sumber : Antara |
Gereja di Sekolah, Jokowi: Jakarta Panas, Tak Usah Memanasi
Jokowi (Liputan 6.com/Helmi Fitriansyah)
Liputan6.com, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo alias Jokowi mengaku masih belum bisa memutuskan terkait protes
warga Duri Selatan terhadap alih fungsi bangunan sekolah menjadi gereja
di Sekolah Damai RT 12 RW 02 Duri Selatan Kelurahan Duri Selatan,
Tambora, Jakarta Barat.
"Dokumen keberatan warga baru saya terima saat ini, secara detail saya belum mendapatkan laporan dari lapangan, saya sendiri belum paham, harus saya pelajari dulu," kata Jokowi ketika melakukan musyawarah dengan warga di Masjid Al- Ulama, Duri Selatan, Jumat (12/4/2013).
Jokowi mengatakan, kedatangannya tersebut untuk mendengar langsung keluhan warga yang memprotes alih fungsi bangunan gereja tersebut. "Saya tidak bisa menyampaikan hal banyak. Saya mau minta dulu masukan dari ulama dan kyai, mungkin juga warga di Duri Selatan. Sehingga masalah di sini bisa diselesaikan, itu dulu," kata Jokowi.
Jokowi pun kemudian mendengar paparan dari beberapa tokoh masyarakat terkait permasalahan tersebut. Setelah beberapa menit menyimak dan mendengar paparan para tokoh, Jokowi kemudian meminta waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Jokowi menginginkan agar warga dapat bersikap tenang dan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. "Di Jakarta ini sudah panas, apalagi sebentar lagi masuk musim panas. Kalau semuanya saling emosi semua, jadinya semakin panas karena komunikasi warga antar umat ndak baik," katanya.
Jokowi meminta agar persoalan ini segera dapat diselesaikan, dan tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, permasalahan yang terjadi merupakan antar sesama warga Jakarta yang semestinya dapat selesai dengan bila kedua pihak dapat saling mengerti.
"Saya ini kalau ada persoalan kecil jangan dibesar-besarkan, kalau persoalan besar dikecil-kecilkan supaya cepat selesai. Kalau bisa sekarang, langsung selesaikan, supaya suasana warga kembali kondusif," tegasnya.
Jokowi meminta waktu kepada warga tidak lebih dari satu minggu untuk mempelajari dokumen dan pengaduan yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat dan ulama. "Saya janji ini akan saya putuskan secepat mungkin. Sebelum Jumat minggu depan sudah bisa saya putuskan," ujarnya. (Ary)
"Dokumen keberatan warga baru saya terima saat ini, secara detail saya belum mendapatkan laporan dari lapangan, saya sendiri belum paham, harus saya pelajari dulu," kata Jokowi ketika melakukan musyawarah dengan warga di Masjid Al- Ulama, Duri Selatan, Jumat (12/4/2013).
Jokowi mengatakan, kedatangannya tersebut untuk mendengar langsung keluhan warga yang memprotes alih fungsi bangunan gereja tersebut. "Saya tidak bisa menyampaikan hal banyak. Saya mau minta dulu masukan dari ulama dan kyai, mungkin juga warga di Duri Selatan. Sehingga masalah di sini bisa diselesaikan, itu dulu," kata Jokowi.
Jokowi pun kemudian mendengar paparan dari beberapa tokoh masyarakat terkait permasalahan tersebut. Setelah beberapa menit menyimak dan mendengar paparan para tokoh, Jokowi kemudian meminta waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Jokowi menginginkan agar warga dapat bersikap tenang dan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. "Di Jakarta ini sudah panas, apalagi sebentar lagi masuk musim panas. Kalau semuanya saling emosi semua, jadinya semakin panas karena komunikasi warga antar umat ndak baik," katanya.
Jokowi meminta agar persoalan ini segera dapat diselesaikan, dan tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, permasalahan yang terjadi merupakan antar sesama warga Jakarta yang semestinya dapat selesai dengan bila kedua pihak dapat saling mengerti.
"Saya ini kalau ada persoalan kecil jangan dibesar-besarkan, kalau persoalan besar dikecil-kecilkan supaya cepat selesai. Kalau bisa sekarang, langsung selesaikan, supaya suasana warga kembali kondusif," tegasnya.
Jokowi meminta waktu kepada warga tidak lebih dari satu minggu untuk mempelajari dokumen dan pengaduan yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat dan ulama. "Saya janji ini akan saya putuskan secepat mungkin. Sebelum Jumat minggu depan sudah bisa saya putuskan," ujarnya. (Ary)
Usaha Udang Gagal, Coba Bisnis Narkoba, Eh... Ketangkap
SAMARINDA - Menjadi pengedar narkoba lalu tertangkap polisi dan dipenjara bukanlah menjadi rencana dalam kehidupan Amiruddin (30) warga Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kukar. Namun kenyataan dan takdir berkehendak lain. Ayah satu anak ini ditangkap anggota Polsekta Samarinda Ilir dengan barang bukti dua jenis narkoba di saku celananya.
Amiruddin tertangkap dalam razia kepolisian yang digelar di sepanjang Jl Mulawarman, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (10/4) malam.
Tepat pukul 22.45 Wita, Amiruddin memasuki kawasan Jl Mulawarman dengan mengendarai motor sport Yamaha Ninja 250 CC KT 3652 LE. Mengetahui adanya kegiatan pemeriksaan kepolisian, tersangka mencoba membelokkan kendaraannya ke arah Jl Dermaga.
Upaya melarikan diri tersebut rupanya gagal lantaran polisi sudah mengantisipasi dan menutup jalur pelarian tersangka. Lantaran gelagatnya yang mecurigakan petugas kemudian segera meringkus dan menggeledah pakaian dan kendaraan pelaku.
"Kami menemukan sabu seberat kira-kira 9-10 gram di saku celananya. Selain itu satu butir ekstasi juga ditemukan di dalam pakaiannya," kata Kanit Reskrim Kapolsekta Samarinda Yunus Kelo seperti diberitakan Samarinda Pos (JPNN Grup), Jumat (12/4).
Menurut Yunus, tersangka mengaku narkoba tersebut rencananya akan dijual di salah satu tempat hiburan malam (THM) yang berada di kawasan Samarinda Kota.
"Narkoba ini dipasarkan di THM yang berada di pusat Kota Samarinda. Selain dijual, tersangka juga menggunakan narkoba itu untuk diri sendiri," ungkap Yunus.
Amiruddin yang ditemui media ini mengaku nekat berjualan narkoba lantaran usaha impor udang yang dilakoninya mengalami penurunan omzet. Aktivitas pengeboran minyak di sekitar tambak membuat hasil panen menurun drastis.
"Banyak udang yang mati karena sekarang pengeboran minyak sedang ramai di tempat saya. Padahal dulu sekali panen keuntungan bisa mencapai 100 juta dan saya mendapat bagian sebesar Rp20 juta," aku pemuda ini.
Kelahiran bayi pertamanya 6 bulan lalu rupanya menambah tekanan biaya hidup di keluarga kecilnya. Tersangka sendiri bukannya tidak berusaha mencari pekerjaan halal, namun usaha barunya berjualan ikan juga menemui jalan buntu.
"Saya beralih berjualan ikan, namun usaha itu juga gagal. Sementara anak saya baru lahir dan menambah biaya hidup," sesal Amiruddin dari balik jeruji.(jin/agi) jpnn.com
Amiruddin tertangkap dalam razia kepolisian yang digelar di sepanjang Jl Mulawarman, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (10/4) malam.
Tepat pukul 22.45 Wita, Amiruddin memasuki kawasan Jl Mulawarman dengan mengendarai motor sport Yamaha Ninja 250 CC KT 3652 LE. Mengetahui adanya kegiatan pemeriksaan kepolisian, tersangka mencoba membelokkan kendaraannya ke arah Jl Dermaga.
Upaya melarikan diri tersebut rupanya gagal lantaran polisi sudah mengantisipasi dan menutup jalur pelarian tersangka. Lantaran gelagatnya yang mecurigakan petugas kemudian segera meringkus dan menggeledah pakaian dan kendaraan pelaku.
"Kami menemukan sabu seberat kira-kira 9-10 gram di saku celananya. Selain itu satu butir ekstasi juga ditemukan di dalam pakaiannya," kata Kanit Reskrim Kapolsekta Samarinda Yunus Kelo seperti diberitakan Samarinda Pos (JPNN Grup), Jumat (12/4).
Menurut Yunus, tersangka mengaku narkoba tersebut rencananya akan dijual di salah satu tempat hiburan malam (THM) yang berada di kawasan Samarinda Kota.
"Narkoba ini dipasarkan di THM yang berada di pusat Kota Samarinda. Selain dijual, tersangka juga menggunakan narkoba itu untuk diri sendiri," ungkap Yunus.
Amiruddin yang ditemui media ini mengaku nekat berjualan narkoba lantaran usaha impor udang yang dilakoninya mengalami penurunan omzet. Aktivitas pengeboran minyak di sekitar tambak membuat hasil panen menurun drastis.
"Banyak udang yang mati karena sekarang pengeboran minyak sedang ramai di tempat saya. Padahal dulu sekali panen keuntungan bisa mencapai 100 juta dan saya mendapat bagian sebesar Rp20 juta," aku pemuda ini.
Kelahiran bayi pertamanya 6 bulan lalu rupanya menambah tekanan biaya hidup di keluarga kecilnya. Tersangka sendiri bukannya tidak berusaha mencari pekerjaan halal, namun usaha barunya berjualan ikan juga menemui jalan buntu.
"Saya beralih berjualan ikan, namun usaha itu juga gagal. Sementara anak saya baru lahir dan menambah biaya hidup," sesal Amiruddin dari balik jeruji.(jin/agi) jpnn.com
Pembangunan Gedung Baru MA Boroskan Anggaran, Diminta Dihentikan
Maket Gedung MA
Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Pembangunan gedung baru Mahkamah Agung (MA) setinggi 14 lantai di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta menjadi sorotan publik. Apalagi MA juga akan menghancurkan gedung F,G dan H yang masih kokoh berdiri seiring gedung baru MA.
"Anggaran terlalu boros, terkesan mubazir. Sebab masih ada gedung lama yang punya nilai sejarah yang baik di mata publik, terus tiba-tiba dibangun gedung baru," kata Koordinator LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadaffi kepada detikcom, Jumat (12/4/2013).
Uchok mengatakan Fitra sendiri bingung dengan rencana pembangunan tersebut. Menurutnya selama ini gedung MA telah mendapat perawatan yang baik. Menurut Uchok jika perawatannya sudah bagus kenapa gedung F,G dan H harus dihancurkan. Hal ini merupkan sesuatu yang tidak efisien dalam hal perencanaan.
"Kalau mau dihancurkan tidak usah ada perawatan," ujar Uchok.
Menurut Uchok, FITRA sendiri tidak setuju dengan rencana pembangunan gedung ini. FITRA menilai gedung MA masih layak untuk ditempati.
"Ini MA gedungnya adem. Tiba-tiba mereka ingin gedung baru untuk apa? Kalau dari Fitra inginnya batalkan gedung ini," ucap Uchok.
Pembangunan gedung MA ini merupakan proyek multi years 3 tahun yang direncanakan akan rampung pada 2015 nanti. Proyek yang akan dimulai pada Juni 2013 nanti menghabiskan dana sebanyak Rp 195 miliar. MA beralasan pembangunan itu dirasa perlu karena banyak ruangan yang dianggap sudah tidak layak dipakai. Seperti ruangan para hakim agung dan para staff MA yang sempit dan penuh dengan berkas.
(slm/asp)
"Anggaran terlalu boros, terkesan mubazir. Sebab masih ada gedung lama yang punya nilai sejarah yang baik di mata publik, terus tiba-tiba dibangun gedung baru," kata Koordinator LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadaffi kepada detikcom, Jumat (12/4/2013).
Uchok mengatakan Fitra sendiri bingung dengan rencana pembangunan tersebut. Menurutnya selama ini gedung MA telah mendapat perawatan yang baik. Menurut Uchok jika perawatannya sudah bagus kenapa gedung F,G dan H harus dihancurkan. Hal ini merupkan sesuatu yang tidak efisien dalam hal perencanaan.
"Kalau mau dihancurkan tidak usah ada perawatan," ujar Uchok.
Menurut Uchok, FITRA sendiri tidak setuju dengan rencana pembangunan gedung ini. FITRA menilai gedung MA masih layak untuk ditempati.
"Ini MA gedungnya adem. Tiba-tiba mereka ingin gedung baru untuk apa? Kalau dari Fitra inginnya batalkan gedung ini," ucap Uchok.
Pembangunan gedung MA ini merupakan proyek multi years 3 tahun yang direncanakan akan rampung pada 2015 nanti. Proyek yang akan dimulai pada Juni 2013 nanti menghabiskan dana sebanyak Rp 195 miliar. MA beralasan pembangunan itu dirasa perlu karena banyak ruangan yang dianggap sudah tidak layak dipakai. Seperti ruangan para hakim agung dan para staff MA yang sempit dan penuh dengan berkas.
(slm/asp)
Sunday, 31 March 2013
Tidak masuk akal Kopassus serbu Lapas
Semarang (ANTARA News) - Anggota Komisi I (Bidang Pertahanan dan Intelijen) Tjahjo Kumolo menyatakan tidak masuk akal satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyerbu sebuah lembaga pemasyarakatan, apalagi motifnya balas dendam korps.
"Polri saya yakin dengan profesionalismenya sudah mendeteksi pelaku tersebut dan dengan adanya perintah Presiden, saya kira intelijen TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) mem-`back up` langkah-langkah Polri untuk mengusut peristiwa tersebut," katanya melalui pesan elektronik kepada Antara di Semarang, Jumat malam.
Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membentuk tim investigasi terkait dengan kasus pembunuhan empat tahanan di LP Kelas IIB Cebongan, Sleman.
Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/3), menjelaskan bahwa pembentukan tim investigasi itu karena adanya indikasi keterlibatan prajurit TNI AD dalam penyerangan ke LP Cebongan. "Dari hasil temuan sementara, indikasinya ada peran oknum TNI AD yang bertugas di Jawa Tengah," katanya.
Lebih lanjut Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Kopassus adalah kesatuan khusus yang merupakan bagian pokok TNI, khususnya TNI AD, yang mempunyai kekuatan gelar satuan. Dalam arti, Kopassus mempunyai kesiapan operasional satuan khusus, misalnya, operasi khusus terhadap sasaran strategis terpilih terkait dengan teroris dan ancaman pertahanan negara.
"Operasi khusus Kopassus merupakan kebijakan KSAD dan perintah Panglima TNI," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Di sisi lain, kata dia, Kopassus mempunyai satuan intelijen deteksi dini dan cegah dini, kemudian senjata yang dipakai kesatuan itu adalah senjata standar dunia, seperti HK416, HK MP7, HK 417, dan memakai beberapa senjata buatan Pindad.
Idealnya posisi persenjataan Kopassus adalah Mantap I, yang menurut Tjahjo secara bertahap harus diperbaharui. Hal ini tugas KSAD mendatang yang harus melakukan reformasi militer, inovasi militer, transformasi pertahanan, serta membangun kekuatan personel yang profesional dan peningkatan persenjataan yang sinergis antara satuan-satuan TNI AD lainnya, seperti Kostrad dan Penerbad.
"Jadi, tidaklah mungkin sampai Komandan Kopassus di mana pun menggerakkan satuan-satuan kecilnya untuk hal-hal di luar dari perintah KSAD/Panglima TNI," katanya menegaskan.
Editor: Suryanto
100 Solusi Masalah Kehidupan dalam Fiqh Kontemporer
Tidak ada seorangpun panutan, tokoh, atau pemimpin di alam ini yang memiliki kepribadian dan akhlak sempurna serta telah mendapatkan jaminan dari Sang Maha Pencipta kecuali Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW tidaklah berbicara, bertindak dan bersikap dengan hawa nafsunya , akan tetapi itu semua berada dalam arahan dan bimbingan Allah SWT. Inilah jaminan dari Allah SWT terhadap dirinya dan sekaligus penegasan kepada umatnya bahwa mereka tidak akan pernah sesat atau celaka selama mengikuti Rasulullah SAW.
Firman Allah SWT; “Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al Quran) menurut kemauannya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya “ (QS An Najm : 3-4)
Betapa banyak manusia yang mengalami disorientasi kehidupannya dan menganggap hidupnya hanya sebatas memenuhi kebutuhan perut dan kemaluannya yang menjadi dasar seluruh syahwat manusia. Suatu tujuan hidup yang tidak mencirikannya sebagai manusia sebenarnya yang telah diberikan hati, akal, fikiran dan kemampuan oleh Allah, akan tetapi tujuan hidup yang akan menjatuhkan derajatnya ke derajat hewan ternak.
Untuk itulah, dengan bertawakal kepada Allah, melalui jawaban jawaban terhadap pertanyaan dan problematika keseharian yang dihadapi kaum muslimin, kami mencoba sedikit ikut mengambil peran dalam penyadaran umat akan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan mereka, baik dia sebagai orang tua terhadap anak anaknya atau anak terhadap kedua orang tuanya, baik dia sebagai seorang suami terhadap isterinya atau seorang isteri terhadap suaminya, baik dia sebagai seorang anggota masyarakat terhadap masyarakatnya.
Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan dalam rubric “ustadz Menjawab” di eramuslim.com ini, saya berusaha senantiasa bersandar kepada berbagai buku buku referensi yang ditulis oleh para ulama, baik ulama klasik maupun kontemporer dan berbagai situs Islam lainnya setelah saya lakukan pengkajian terhadapnya…
Ingin membaca dan memilikinya….
Penulis : Rubrik Ustadz Menjawab Eramuslim.Com Penerbit : Eramuslim Kumpulan tulisan “Ustadz Menjawab” memiliki beberapa keistimewaan. Jawaban-jawaban Ustadz Sigit bisa diwakili dengan tiga kata : Bernash, Asholah dan Istiqomah. Bernash dalam pengertian bahwa jawaban senantiasa mendahulukan apa kata Allah dan apa kata Rasulullah SAW. Penulis tidak mendahulukan pendapat manusia selagi teks AlQur’an atau Hadits…
100 Solusi Masalah Kehidupan, Fiqh Kontemporer/Sigit Pranowo LC
346 Halaman, Hard Cover.
ISBN : 978 979 99552 3 4
Harga Awal : Rp 140,000,-
Harga Discount Khusus : Rp 70,000,- (Harga belum termasuk Ongkos Kirim)
Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com
Plafon Lobi Gedung KPK Ambruk
Foto: Bilkis
Jakarta - Suasana lobi gedung KPK siang ini terlihat
berantakan. Banyak genangan air di mana-mana. Penyebabnya, plafon lobi
tersebut ambruk.
Hingga pukul 14.00 WIB, lobi Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, itu memang tak berbentuk. Meja kursi tak beraturan. Ada sejumlah tempat sampah yang disimpan untuk menampung air.
Atap lobi pun bolong. Tak ada plafon yang menutupi saluran air dan jalur pendingin ruangan. Karena masih dalam suasana libur, kerusakan ini tak mengganggu aktivitas apa pun.
Para petugas keamanan tidak tahu kenapa plafon lobi KPK itu ambruk. Mereka tim pengganti dari petugas keamanan sebelumnya.
Juru bicaa KPK Johan Budi mengatakan, kabar soal ambruknya plafon itu baru dia terima pagi tadi. Plafon itu ambruk pada Sabtu (30/3) malam. Dia menjamin, ambruknya plafon tak mengganggu pemeriksaan besok. "Bocor dan lapuk, tapi sekarang sudah dibersihkan," kata Johan.
Hingga pukul 14.00 WIB, lobi Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, itu memang tak berbentuk. Meja kursi tak beraturan. Ada sejumlah tempat sampah yang disimpan untuk menampung air.
Atap lobi pun bolong. Tak ada plafon yang menutupi saluran air dan jalur pendingin ruangan. Karena masih dalam suasana libur, kerusakan ini tak mengganggu aktivitas apa pun.
Para petugas keamanan tidak tahu kenapa plafon lobi KPK itu ambruk. Mereka tim pengganti dari petugas keamanan sebelumnya.
Juru bicaa KPK Johan Budi mengatakan, kabar soal ambruknya plafon itu baru dia terima pagi tadi. Plafon itu ambruk pada Sabtu (30/3) malam. Dia menjamin, ambruknya plafon tak mengganggu pemeriksaan besok. "Bocor dan lapuk, tapi sekarang sudah dibersihkan," kata Johan.
Mulya Nurbilkis - detikNews
(mad/mad)
Lomba Menulis di Blog “Technopreneur” Juara 1: 3,5jt by MBA-ITB (DL: 17 Mei 2013)
MBA-ITB sebagai program magister administrasi bisnis yang sadar betul akan pentingnya teknologi baik dalam kegiatan pendidikan maupun dalam pertumbuhan bisnis di Indonesia mengadakan lomba blog dengan tema “Technopreneur“. Melalui lomba blog ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang techopreneur, serta membantu dalam memilih blog yang berkualitas dalam penyajiannya.
Melalui kegiatan ini, MBA-ITB ingin mengajak para blogger untuk menyumbangkan gagasan melalui tulisan di blog yang berisi aspirasi, gagasan, dan pengetahuan mengenai Technopreneur. Lebih jauh mengenai lomba blog ini, marilah kita simak penjelasannya sebagai berikut :
Tujuan Lomba :
Mengajak para blogger muda untuk menuangkan aspirasi, ide-ide, gagasan, dan pengetahuan tentang techopreneur melalui media blog.
Menyumbangkan gagasan untuk pengembangan technopreneur di Indonesia.
Memberikan penghargaan kepada para blogger yang mampu menyajikan tulisan yang berkualitas dan menarik.
Tema Lomba : “Technopreneur”
Hadiah :
Seluruh peserta akan mendapatkan tanda bukti mengikuti lomba berupa sertifikat. Pemenang pertama, kedua, dan ketiga akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Pemenang pertama akan mendapatkan Rp 3,500,000.00
- Pemenang kedua akan mendapatkan Rp 2,500,000.00
- Pemenang ketiga akan mendapatkan Rp 1,000,000.00
Selain Hadiah yang diberikan kepada pemenang, panitia juga akan memilih 10 orang peserta yang mendapatkan voucher free registration untuk mengikuti seleksi masuk MBA ITB senilai Rp.400,000.00.
Kriteria Peserta: Mahasiswa yang saat ini sedang menjalani pendidikan S1.
Syarat dan Ketentuan :
Mendaftarkan blog melalui registrasi di www.sbm-itb.ac.id
“Like” fanpage Facebook MBA-ITB Blog competition dan follow twitternya di@bcmbaitb.
Tampilkan logo MBA-ITB di blog kalian sebagai bukti keikutsertaan kalian di kompetisi ini.
Menuliskan artikel mengenai Technopreneur dalam blog yang didaftarkan.
Pendaftaran dan penulisan artikel selambat-lambatnya di posting di blog pada tanggal 17 Mei 2013.
Pemenang akan diumumkan pada tanggal 1 Juni 2013 melalui website MBA-ITB.
Kriteria Penulisan :
Artikel merupakan hasil karya orisinil dan bukan merupakan terjemahan, saduran, ataupun plagiarisme dari artikel lain.
Artikel merupakan hasil karya baru yang belum pernah ditampilkan atau diikutsertakan dalam kompetisi lain.
Artikel ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa inggris yang baik dan benar.
Artikel tidak melanggar hak cipta dan tidak mengandung unsur SARA.
Artikel harus berisikan minimal 200 (dua ratus) kata.
Poster Lomba dapat diunduh di sini,
Pendaftaran dapat dilakukan di sini
Panduan dan Kelengkapan dapat diunduh di sini
Fanpage kami dapat dilihat di sini
Logo MBA ITB dapat diunduh di sini
Informasi lebih lanjut hubungi :
- Novika (022)69591709
- Frila 081910465596
- E-mail resmi kami: bcmbaitb@sbm-itb.ac.id
Monday, 25 March 2013
Kisah Jenderal Polisi Ursinus cicil rumah tua berhantu
MERDEKA.COM. "Kalau hujan di sini banjir sampai
sebetis. Banyak dokumen papa yang tidak bisa kami selamatkan," kata
Elias Christian Medellu (40) saat menerima tim liputan merdeka.com.
Elias bercerita rumah itu adalah peninggalan papanya. Rumah di jalan sempit itu dicicil Ursinus sepanjang hidupnya. Kalau tidak begitu, mungkin seumur hidup Ursinus tak akan punya rumah.
"Uang pensiun Papa Rp 200.000, Rp 100.000 dipakai untuk mencicil rumah ini," kata Ellias.
Elias mengajak merdeka.com berkeliling. Rumah tua itu dulunya mess milik Dirlantas Polri yang sudah tidak digunakan. Mess itu sempat tidak dihuni. Bangunannya lumayan besar dengan banyak kamar. Tetapi sama sekali tak ada kesan mewah.
"Kata orang mess ini berhantu. Orang yang tinggal di sini bisa mati. Tapi kami tinggal puluhan tahun di sini tak ada apa-apa," kata Elias sambil tertawa.
Menurutnya Ursinus tak mau menerima apa-apa di luar gajinya. Saat itu tak ada serupiah pun yang dikorupsi Ursinus. Karena itu walau berpangkat jenderal bintang dua, hidupnya pas-pasan.
Hal senada disampaikan Sri Rastiti Merdekawati. Sri adalah penulis buku Inspektur Jenderal Polisi DRS. Ursinus Elias Meddelu, Bhayangkara Pejuang melawan Penjajah dan Arus Korupsi terbitan Gramedia Pustaka Utama.
Sri sempat tercengang saat melihat kediaman Ursinus untuk melakukan wawancara.
"Saya kira rumahnya tak pantas untuk pensiunan seorang jenderal polisi. Terlalu sederhana," kata Sri kepada Ramadhian Fadilah dari merdeka.com, Rabu (20/3).
Menurut Sri, Ursinus adalah teladan yang langka. Sosoknya yang sederhana menjadi teladan bagi polisi lalu lintas.
Kontras sekali kehidupan Irjen Ursinus dengan Irjen Djoko yang saat ini tersangkut kasus dugaan korupsi simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang. Jika Ursinus harus bersusah payah mencicil rumah, darimana Irjen Djoko mendapatkan uang untuk membeli puluhan rumah mewah, berhektar-hektar sawah, SPBU dan mobil mewah?
Subscribe to:
Posts (Atom)
















